Tag-Archive for ◊ Ternak Domba ◊

Author:
• Monday, December 26th, 2011

Selama ini, domba kurang dikenal dibandingkan dengan kambing. Baik konsumsi (daging) maupun dalam cara beternaknya. Hal tersebut disebabkan oleh adanya perbedaan antara ternak kambing dan domba, diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Domba mudah beradaptasi terhadap berbagai lingkungan. Kondisi yang relatif panas tidak menjadi penghalang dalam pengembangan ternak domba. Hal itu karena tubuh domba yang hampir seluruhnya tertutup bulu tebal akan menahan penguapan lewat permukaan kulit sehingga tidak perlu banyak minum. Keperluan air cukup dipenuhi dari kandungan air dalam pakan hijauan.

2. Domba lebih suka hidup berkelompok sehingga pada saat digembalakan tak akan saling terpisah jauh dari kelompoknya.

3. Domba cepat berkembang biak. Dalam waktu dua tahun, domba dapat beranak sebanyak tiga kali dan sekali beranak  bisa menghasilkan anak hingga dua ekor.

4. Hasil sampingan dari ternak domba berupa kotoran yang bisa dijadikan pupuk pertanian karena unsur-unsur yang terdapat di dalamnya banyak diperlukan tanaman dan penting bagi pengawetan tanah.

5. Tidak memerlukan modal banyak. Dengan modal yang kecil, usaha ternak domba bisa berjalan. Hal itu karena domba dapat diusahakan dengan kandang yang sederhana dan pakan berupa hijauan yang mudah didapat.

6. Ternak domba juga dapat digunakan sebagai tabunga. Misalnya, di musim panen petani dapat membeli domba dalam jumlah besar dan pada masa paceklik domba tersebut bisa dijual ke pasar.

7. Daging domba merupakan salah satu sumber protein hewani yang sangat penting untuk pemenuhan gizi manusia dan cukup diminati konsumen.

8. Karkas domba berupa kulit merupakan nilai tambah karena dapat dijual dengan harga yang tinggi.

Semua keuntungan tersebut dapat diperoleh jika prosedur dalam beternak domba dijalankan secara intensif. Alasan utamanya adalah karena iklim di Indonesia dapat memperlambat laju metabolisme.

Sumber: Buku Beternak Domba oleh A.S Sudarmono & Y. Bambang Sugeng