Tag-Archive for ◊ Domba di Indonesia ◊

Author:
• Friday, December 23rd, 2011

Ternak domba di Indonesia lebih banyak diusahakan oleh para petani di daerah pedesaan. Domba yang diternakkan pun biasanya sedikit jumlahnya, sekitar 3-5 ekor per keluarga. Domba tersebut dipelihara secara tradisional dan merupakan bagian dari usaha tani sehingga tingkat pendapatan yang diperoleh juga relatif kecil. Sebagian besar petani memelihara domba dengan sistem pemeliharaan dan perkandangan sederhana, penyediaan pakan pun terbatas dan hanya mengandalkan alam sekitar, serta tanpa ada pemilihan bibit secara terarah. Semua ini merupakan ciri-ciri sistem pemeliharaan tradisional.

Menurut hasil penelitian, pemeliharaan yang sederhana hanya dapat memberikan pertambahan berat badan rata-rata 20-30 g/hari. Namun, dengan pemeliharaan domba secara intensif dapat memberikan pertambahan berat badan rata-rata 50-150 g/hari. Hal ini membuktikan bahwa sistem pemeliharaan berpengaruh besar terhadap produktivitas dan pengembangan usaha ternak. Di negara-negara maju, seperti Australia dan Eropa, ternak domba memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi karena domba menghasilkan wol dan daging.

Sementara itu, di Indonesia domba lebih banyak diternakkan sebagai penghasil daging semata. Walaupun demikian, usaha ternak domba di Indonesia memiliki prospek cerah. Keuntungan yang dapat diperoleh adalah sebagai berikut.

1. Daging domba, seperti halnya daging ayam dapat diterima oleh berbagai lapisan masyarakat, agama dan kepercayaan di Indonesia. Hal itu berbeda dengan daging babi dan sapi.

2. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan pendapatan yang cukup akan mendorong penduduk untuk memenuhi gizi, khususnya protein hewani.

Untuk memenuhi kebutuhan akan daging domba, diperlukan pemotongan secara terus menerus. Walaupun begitu, ternak potong lain seperti kambing, sapi dan kerbau sampai saat ini juga dirasakan masih belum mencukupi. Di samping itu, selera konsumen untuk menikmati kelezatan daging domba dalam bentuk sate dan gulai cukup besar. Berdasarkan hal tersebut, para peternak bisa tetap optimis karena peluang pasar akan semakin meningkat. Dengan demikian, usaha ternak domba memiliki hari depan yang lebih baik.

Sumber: Buku Beternak Domba Oleh A.S Sudarmono & Y. bambang Sugeng